Rabu, 28 Desember 2022

AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

 "Pendidikan bukan persiapan hidup, pendidikan adalah kehidupan itu sendiri" demikianlah pendapat John Dewey ketika beliau berusaha menjelaskan tentang ranah pendidikan yang sesungguhnya.

Dalam prosesnya pendidikan memerlukan adanya kesinambungan baik dari siswa, guru maupun orang tua, dalam hal ini proses kolaborasi, saling belajar akan bisa terbentuk dengan lebih baik. Karakter bangsa akan terbentuk dari Pendidikan, jika mutu pendidikan baik maka akan terus besar negara tersebut. Indonesia dengan Kurikulum barunya yang mengedepankan pendidikan merdeka. Pendidikan Karakter dapat diintegrasikan pada setiap mata pelajaran dan salah satunya di lingkungan Pendidikan Sekolah Dasar. Lingkungan pendidikan yang kondusif, nyaman , aman tentunya menjadi dambaan setiap siswa dan bagi guru dalam proses pembelajaran di lingkungan kelas. Salah satu faktor suksesnya lingkungan pembelajaran yang kondusif adalah menciptakan 'Budaya Positif" melalui pembentukan peraturan kelas yang kemudian di Implementasikan dalam Konteks 'KEYAKINAN KELAS'. Kebiasaan baik yang tertuang dalam Keyakinan Kelas akan terus terbangun dan terbentuk jika semua warga sekolah  akan selalu menghargai dan memahami serta terus berkolaborasi demi tujuan akhir dalam pendidikan yaitu memerdekan semua warga sekolah itu sendiri tanpa terkecuali. Disiplin diri yang dibentuk bukan lagi karena pengaruh orang lain, melainkan memang benar tumbuh dari nilai intrinsik seluruh warga sekolah. Berikut ini contoh hasil karya ' Aksi Nyata ' saya dalam mempelajari serangkaian modul 1.4 Budaya Positif dalam Pendidikan Guru Penggerak.



Implementasi pemahaman dan pengalaman saya dalam mempelajari modul 1.4 BUDAYA POSITIF Pendidikan Guru Penggerak.

Aksi nyata ini sudah saya publikasikan dalam chanel Youtube saya dan bisa di lihat d link sebagai berikut : https://youtu.be/8V9C6_VkHns

 Sedangkan praktik baik saya dalam diseminasi pemahaman dan pengalaman saya ini, juga saya sematkan dalam Bukti Karya Praktik Baik di Platform Merdeka Mengajar dengan link sebagai berikut : https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/191140


Semoga bermanfaat bagi kita seluruh pendidik di Indonesia , Terus Bergerak Indonesia Maju

Pendidikan Guru Penggerakan Angkatan 7

Mardina Hannas Sori Ariyanto

Jumat, 16 Desember 2022

JURNAL REFLEKSI MODUL 1.4

 

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan_Modul 1.4_Budaya Positif

MARDINA HANNAS SORI A, Sabtu 17 Desember 2022

Model 1:  4P

Peristiwa:

Kegiatan dimulai dengan pembelajaran tentang konsep pendidik KHD yang dihubungkan dengan konsep budaya dan lingkungan positif di sekolah yang dilanjutkan eksplorasi tentang disiplin positif dan keyakinan kelas dan pemenuhan kebutuhan dasar

  • Kendala: kurangnya pembagian waktu untuk belajar
  • Hambatan: kurangnya dukungan dari rekan kerja dikarenakan kurangnya sosialisasi karena mereka beranggapan cara terbaik memberikan arahan guru sebagai penghukum mengikuti budaya industri yang tegas dan keras

Perasaan:

Bersyukur untuk megikuti setiap tahapan pendidikan calon guru penggerak, selalu sharing dengan dengan rekan guru tentang materi yang didapat dan bersemangat dalam menciptakan budaya positif

Pembelajaran:

Belajar dan memahami peran guru untuk membangun budaya positif berpihak pada murid ,serta bagaimana membangun keyakinan disiplin positif yang menumbuhkan ,mengembangkan serta membiasakan berbudaya positif tidak hanya untuk siswa tetapi juga untuk guru.

1. Mengenal kekuatan ,kelemahan sebagai pendidik melalui refleksi dan pembelajaran tentang budaya positif di kelas dan lingkungan sekolah yang akan mewujudkan perasaan bahagia,nyaman bagi siswa dan guru

2. Membuka pikiran dan menambah wawasan mengenai stimulus respon teori kontrol ,disiplin ,motivasi perilaku manual,keyakinan kelas,dukungan,penghargaan ,lima kebutuhan dasar manusia serta segitiga restitusi

Penerapan

Membuat poster budaya positif di sekolah dan kelas

mengaplikasikan ilmu kontrol sesuai segitiga restitusi

 

Sabtu, 03 Desember 2022

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2

 MARDINA HANNAS SORI A, SD NEGERI 2 TAMANREJO

Setelah saya menjalani pembelajaran dari Modul 1.1 hingga Modul 1.2 ini, Berikut adalah hal yang menjadi pembelajaran bagi saya

 (model refleksi 4P)

 

1.        Peristiwa : Momen yang paling penting atau menantang atau mencerahkan bagi saya dalam proses pembelajaran Modul 1.1 hingga Modul 1.2 adalah:

Ø Melakukan aksi nyata modul 1.1, yang merupakan penerapan filosofi pendidikan KHD

Ø Saat saya bertemu dan berkumpul dengan guru-guru hebat Calon Guru Penggerak Kabupaten Kendal pada saat ruang kolaborasi bersama fasilitator, dan saat elaborasi pemahaman bersama instruktur. Pemikiran mereka semua hebat-hebat melecut semangat saya untuk terus bergerak maju demi dunia pendidikan.  

 

Kaitan antara modul 1.1 dan 1.2 yang saya pahami adalah...

 

Filosofi KHD mengajarkan pendidikan yang “menuntun”, hal ini selaras dengan:

-         nilai guru penggerak yang berpihak pada murid

-         peran guru penggerak, menjadi pemimpin pembelajaran

sebagai seorang pendidik, peran kita dalam proses mengajar dan menuntun anak harus menyelaraskan antara kodrat alam dan kodrat zaman murid untuk menuju keselamatan dan kebahagiaan  setinggi -tinginya sebagai manusia dan anggota masyarakat dan juga sebagai perwujudan profil pelajar pancasila.

2.        Perasaan

Saat momen itu terjadi saya merasa seperti bagaikan.....

-       seorang pemimpin yang memikul tanggung jawab  sangat besar terhadap pasukan yang saya pimpin untuk tujuan yang mulia. Perasaan takut, Kuatir dan ragu-ragu muncul karena merasa masih belum mampu untuk mengemban tugas besar ini.

-       Seorang murid yang masih perlu banyak belajar, masih banyak yang harus dibenahi dan diperbaiki dalam diri saya terkait nilai dan peran guru penggerak  sebagai agen perubahan yang diharapkan akan berkontribusi dalam transformasi pendidikan

3.        Pembelajaran

Sebelum momen tersebut terjadi, saya berpikir bahwa

-         Saya mengajar murid dengan tujuan mentransfer semua materi sesuai kurikulum dan mengutamakan nilai kognitif, saya berfokus pada materi yang harus diselesaikan tepat waktu tanpa memperhatikan apa yang murid inginkan pada pembelajaran

Sekarang saya berpikir bahwa saya harus mampu:

-         Menjadi pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid

-         Menjadi coach pada rekan sejawat/guru lain

-         Mendorong kolaborasi

-         Mewujudkan kepemimpinan murid (student agency)

-         Menggerakkan komunitas praktisi

4.        Penerapan ke depan (Rencana)

Pengembangan diri yang akan saya lakukan untuk menguatkan nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak....

-         Mengikuti pendidikan/pelatihan yang berkaitan dengan fungsi dan tugas sebagai guru secara mandiri tanpa harus menunggu ditugasi oleh atasan ataupun belajar kepada sahabat atau rekan sejawat yang mempunyai ilmu lebih

-         Melakukan kolaborasi dengan teman sejawat dalam proses pembelajaran

-         Melakukan refleksi pembelajaran dan memperbaiki kekurangan

-         Bekerjasama atau berkoloborasi dengan orang tua dalam hal pembinaan karakter dan tingkah laku siswa

JURNAL REFLEKSI MODUL 1.3

 

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan, Sabtu 03 Desember 2022

Modul 1.3

Mardina Hannas Sori A, SD Negeri 2 Tamanrejo

Memulai modul 1.3, diawal kegiatan saya dibuat bingung lagi dengan visi, inkuiri apresiatif dan BAGJA. Saya harus memahami dengan cermat akan hal itu dan akhirnya sedikit demi sedikit mendapatkan pemahaman tentang materi itu setelah membaca modul, diskusi dalam ruang kolaborasi, dan dari penguatan oleh fasilitator yang hebat. Alhamdulillah, sampai saat ini bisa menikmati prosesnya, mendapatkan ilmu baru dari fasilitator, PP, dan  teman-teman hebat yang mau berbagi ilmu dengan ikhlas.

Peristiwa (Facts): peristiwa apa saja yang terjadi?

Dalam Modul 1.3 saya mulai belajar tentang bagaimana seorang guru penggerak dapat merumuskan visi pribadi mengenai murid dan sekolah yang menumbuhkembangkan profil pelajar pancasila, saya membuat sebuah gambar yang bertemakan “imajinasiku tentang murid dimasa depan”  kemudian gambar tersebut dirangkai ke dalam sebuah kata kata yang lebih jelas  yang menggambarkan visi tentang murid dan sekolah, Sebuah sekolah yang berpihak pada murid,dan menuntun murid mengejawantahkan profil pelajar pancasila.

 

Perasaan (Feelings): apa yang muncul saat proses pembelajaran

Perasaan yang saya rasakan dalam menggambar dan merangkai dalam sebuah kata saya merasa sangat senang, bersemangat karena saya mempunyai mimpi atau harapan yang besar kepada murid-murid. Saya memimpikan murid-murid yang berkarakter, yang dapat mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila dalam aktualisasi kehidupan. Kemudian saya juga memimpikan murid yang santun, karena sikap santun merupakan salah satu ciri sebagai warga masyarakat Indonesia yang mengutamakan nilai kesopanan dan kesusilaan dalam bermasyarakat, halus dan baik budi bahasa dan tingkah lakunya, sabar dan tenang, serta suka menolong. Kemudian seorang murid yang bernalar kritis dalam pembelajaran, yang dapat melakukan tindakan, aktivitas bahkan pemikiranpun sangat handal, lincah dan mampu menemukan teknik bertindak dengan sistematis, memiliki keahlian di berbagai bidang, sehingga dapat memperoleh hasil karya yang dapat dinikmatinya sendiri dan dapat mengembangkan orang lain. Saya juga memimpikan generasi unggul yang dapat mengembangkan potensi dan kreativitasnya untuk mengoptimalkan pencapaian prestasi akademik dan non akademik

 

Pembelajaran (Findings): apa saja yang didapatkan

Pembelajaran yang saya dapat adalah bahwasanya dalam menyusun sebuah Visi, bagaimana mewujudkannya dengan sebuah pendekatan Inkuiri Apresiatif, yaitu suatu filosofi, suatu landasan berfikir yang berfokus pada upaya kolaboratif untuk menemukan hal positif dalam diri seseorang, dalam suatu organisasi dan sekitarnya baik di masa lalu masa kini maupun masa depan. Kita belajar, bahwa visi dapat disajikan dalam bentuk yang beraneka ragam dan apapun bentuknya, visi itu harus menyemangati, menggerakkan hati, dan kolaborasi tiap anggota dalam suatu komunitas.

Jalan yang ditempuh untuk mewujudkan sebuah visi tersebut bukanlah jalan untuk mencari kemenangan semata,melainkan jalan kesinambungan/ berkelanjutan sehingga yang dibangun hubungan antar manusia dan gotong royong sehingga sekolah menjadi wahana utama untuk mengedepankan kepentingan murid,memberdayakan murid dan mengajak murid duduk dikursi kendali pembelajaran mereka sendiri.

 

Perubahan(Future): Jika saya ingin membuat perubahan dengan konsep inkuiri apresiatif: apa saja yang perlu saya pelajari lebih lanjut? apa saja strategi yang dilakukan untuk melaksanakan perubahan?

Saya ingin membuat perubahan bagaimana saya bisa menuntun murid saya menjadi lebih berkarakter, kemudian bagaimana mereka bisa mengembangkan ide yang mereka miliki, berani mengeksplorasi segala hal baru yang ada di sekitarnya, bisa menjadi pribadi yang aktif dan tidak takut untuk mencoba hal-hal baru, memiliki daya imajinasi yang luas dan cepat tanggap menghadapi masalah, dan di sini peran saya sebagai seorang guru tentunya harus lebih kreatif, harus bisa mengetahui kebutuhan belajar murid, dan bagaimana pembelajaran dapat berpusat kepada murid. Oleh karenanya saya harus lebih banyak belajar lagi tentang bagaimana merancang dan menciptakan sebuah pembelajaran yang menarik sehingga dapat mencapai kebahagiaan murid yang setinggi-tingginya.

Selasa, 22 November 2022

1.3.a.4.1. Eksplorasi Konsep Modul 1.3

 1.3.a.4.1. Eksplorasi Konsep Modul 1.3 - Berbagi Visi Murid Impian

Visi murid impian saya adalah “ Terwujudnya Peserta Didik yang Berkarakter, Santun, Terampil, dan Unggul dalam Prestasi”
Harapan saya terhadap visi murid impian saya adalah:
1.    Berkarakter, peserta didik dapat mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila dalam aktualisasi kehidupan
2.    Santun, merupakan salah satu ciri sebagai warga masyarakat Indonesia yang mengutamakan nilai kesopanan dan kesusilaan dalam bermasyarakat. Santun juga diartikan halus dan baik budi bahasa dan tingkah lakunya, sabar dan tenang, sopan, serta suka menolong.
3.    Terampil, yang berarti cakap, mampu, dan cekatan dalam menyelesaikan tugas. Dapat melakukan tindakan, aktivitas atau pekerjaan dengan gesit, lincah dan mampu menemukan teknik bertindak dengan sistematis, memiliki keahlian di berbagai bidang, sehingga dapat memeroleh hasil karya yang dapat dinikmatinya sendiri dan dapat mengembangkan orang lain.
4.    Unggul, menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan efektif dengan inovasi-inovasi pembelajaran serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik untuk mengoptimalkan pencapaian prestasi akademik dan non akademik.
 

1.3.a.4.2. Eksplorasi Konsep Modul 1.3 - Berbagi Tugas Kesimpulan tentang Inkuiri Apresiatif

•    Apa hal yang mencerahkan saya sebagai pendidik di sepanjang proses menyusun visi pribadi saya itu?
Hal yang mencerahkan saya sebagai pendidik di sepanjang proses menyusun visi pribadi saya adalah, saya meyakini bahwa visi  dapat diibaratkan sebagai bintang penunjuk arah yang memandu penjelajah untuk mencapai tujuannya. Menjadikan sekolah sebagai rumah yang aman dan nyaman bagi murid adalah termasuk impian saya dan impian semua pihak. Reformasi budaya sekolah bukanlah hal yang tidak mungkin jika kita tetap konsisten dan berusaha untuk mewujudkannya. Untuk melakukannya tentu saja tidak dapat secara instan dan membutuhkan waktu bertahap. Guru Penggerak haruslah terus berlatih self manajemen sambil terus berusaha menggerakkan orang lain yang menjadi rekan untuk menjalani proses secara bersama-sama.
•    Bagaimana saya membayangkan penerapan inkuiri apresiatif dalam konteks saya sehari-hari sebagai pendidik?
Bayangan Saya dalam menerapkan inkuiri apresiatif dalam konteks saya sehari-hari sebagai pendidik adalah:
dengan menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid, memotivasi serta mendampingi murid untuk mengembangkan bakat dan minatnya, mencipatakan serta melakukan inovasi pembelajaran yang kreatif berbasis budaya lokal, menciptakan sausana kelas yang kondusif dan aman bagi peserta didik, menanamkan aqidah dan ahlak melalui IMTAQ pada kegiatan agama, pembiasaan dan keteladanan, serta mengasuh dan membina peserta didik dengan penuh kasih sayang, cinta dan kesabaran.
 

 

JURNAL REFLEKSI PERSIAPAN LOKA 7 dan PANEN KARYA

 Dalam kesempatan kali ini saya menggunakan metode 4F sebagai pembuatan jurnal refleksi dwi mingguan 1.    Peristiwa (Fact) Kami berdiskusi ...