Jurnal Refleksi, Minggu 6 November 2022
Modul 1.1
Alhamdulillah, Puji Syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa atas segala limpahan nikmat dan karunianya kepada kita. Sudah dua minggu semenjak diluncurkannya program pendidikan guru penggerak angkatan 7. Program pendidikan guru penggerak dilaksanakan dengan moda daring dan luring. Moda daring dilaksanakan melalui LMS secara sinkronus ataupun asinkronus yang dipandu oleh fasilitator dan instruktur, sedangkan moda luring dilaksankan di sekolah masing-masing ataupun saat lokakarya dengan dedampingi pengajar praktik. Bahan ajar CGP diawali dari modul 1.1. yaitu Filosofi Pemikiran_Pemikiran Ki Hajar Dewantara.
Semenjak perkenalan saya dengan modul 1.1 Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dan semua filosofi pemikiran beliau, mindset saya perlahan mulai berubah tentang pendidikan dan pengajaran. Saya jadi sadar bahwa pembelajaran yang selama ini saya laksanakan di kelas banyak kekurangan dan belum mencerminkan pemikiran KHD. Materi pembuka tentang Filosofi Pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara (KHD) lah yang sangat berperan besar dalam perubahan pola pikir dan merangsang saya untuk melakukan pembelajaran yang bermakna dan berpihak pada murid. Saya jadi berpikir untuk segera melakukan perubahan dan membenahi sistem pengajaran yang selama ini telah dilaksanakan. Diawali dari kelas 5, sedapat mungkin saya akan merancang dan melaksanakan pembelajaran yang menuntun, memerdekakan, pembelajaran yang sesuai kodrat alam dan kodrat zaman serta dengan tetap mengedepankan nilai-nilai karakter dan budi pekerti murid. Selama melakukan proses perubahan tersebut saya merasa senang dan antusias karena dapat melaksankan aksi nyata yang akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik terutama di kelas saya dan di sekolah pada umumnya.
Sepanjang proses perubahan ini, niat untuk memerdekakan peserta didik, memfasilitasinya, dan melayaninya sesuai potensi mereka menjadi titik awal perjalanan. Peran guru sebagai katalisator peningkatan potensi murid sesuai kodrat alamnya sekaligus sebagai motivator mereka dalam menemukan potensi diri mereka masing-masing sesuai kodrat zamannya perlu dimulai eksekusinya, paling tidak dalam lingkup kelas. Dengan langkah kecil tersebut semoga memantik semangat saya pribadi, rekan sejawat, lembaga, para murid untuk terus mengeksplorasi potensi diri agar semakin optimal.
Satu pembelajaran dan pengalaman yang dapat saya ceritakan di sini yaitu saat saya meminta murid melakukan sebuah gerakan teknik dasar menendang dalam materi sepak bola. Kemudian saya menyuruh mereka untuk menuliskan Langkah-langkah dalam melakukan gerakan tendangan dalam sepak bola. Hal baik yang saya alami adalah munculnya aura bahagia yang terpancar dari murid. Mereka antusias menulis menulis tentang gerakan menendang dalam materi sepak bola yang mereka suka. Bebas tanpa ada batasan. Namun tentu saja masih ada hambatan dalam penulisan bagi siswa yang kemampuan literasinya kurang. Saya tuntun dengan memberikan stimulus kata-kata kunci.
Peristiwa ini membuat saya menyadari ternyata dengan kemerdekaan berkreasi, kreativitas siswa akan lebih keluar memancar. Dan ternyata mereka memiliki kelebihan yang luar biasa yang selama ini tidak nampak. Sebagai guru, saya mendapatkan pelajaran berharga yaitu ketika kita mengembangkan kreativitas anak, maka akan muncul bakat-bakat luar biasa.Ternyata selama ini saya kurang membuka diri akan kreativitas hasil belajar siswa.
Saya akan melakukan hal yang sama untuk setiap pembelajaran dan saya terapkan di seluruh kelas sekolah saya. Membuka diri dan pikiran terhadap kodrat alam siswa yang berbeda satu dengan yang lainnya, memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga pembelajaran lebih bermakna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar