Selasa, 22 November 2022

1.3.a.4.1. Eksplorasi Konsep Modul 1.3

 1.3.a.4.1. Eksplorasi Konsep Modul 1.3 - Berbagi Visi Murid Impian

Visi murid impian saya adalah “ Terwujudnya Peserta Didik yang Berkarakter, Santun, Terampil, dan Unggul dalam Prestasi”
Harapan saya terhadap visi murid impian saya adalah:
1.    Berkarakter, peserta didik dapat mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila dalam aktualisasi kehidupan
2.    Santun, merupakan salah satu ciri sebagai warga masyarakat Indonesia yang mengutamakan nilai kesopanan dan kesusilaan dalam bermasyarakat. Santun juga diartikan halus dan baik budi bahasa dan tingkah lakunya, sabar dan tenang, sopan, serta suka menolong.
3.    Terampil, yang berarti cakap, mampu, dan cekatan dalam menyelesaikan tugas. Dapat melakukan tindakan, aktivitas atau pekerjaan dengan gesit, lincah dan mampu menemukan teknik bertindak dengan sistematis, memiliki keahlian di berbagai bidang, sehingga dapat memeroleh hasil karya yang dapat dinikmatinya sendiri dan dapat mengembangkan orang lain.
4.    Unggul, menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan efektif dengan inovasi-inovasi pembelajaran serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik untuk mengoptimalkan pencapaian prestasi akademik dan non akademik.
 

1.3.a.4.2. Eksplorasi Konsep Modul 1.3 - Berbagi Tugas Kesimpulan tentang Inkuiri Apresiatif

•    Apa hal yang mencerahkan saya sebagai pendidik di sepanjang proses menyusun visi pribadi saya itu?
Hal yang mencerahkan saya sebagai pendidik di sepanjang proses menyusun visi pribadi saya adalah, saya meyakini bahwa visi  dapat diibaratkan sebagai bintang penunjuk arah yang memandu penjelajah untuk mencapai tujuannya. Menjadikan sekolah sebagai rumah yang aman dan nyaman bagi murid adalah termasuk impian saya dan impian semua pihak. Reformasi budaya sekolah bukanlah hal yang tidak mungkin jika kita tetap konsisten dan berusaha untuk mewujudkannya. Untuk melakukannya tentu saja tidak dapat secara instan dan membutuhkan waktu bertahap. Guru Penggerak haruslah terus berlatih self manajemen sambil terus berusaha menggerakkan orang lain yang menjadi rekan untuk menjalani proses secara bersama-sama.
•    Bagaimana saya membayangkan penerapan inkuiri apresiatif dalam konteks saya sehari-hari sebagai pendidik?
Bayangan Saya dalam menerapkan inkuiri apresiatif dalam konteks saya sehari-hari sebagai pendidik adalah:
dengan menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid, memotivasi serta mendampingi murid untuk mengembangkan bakat dan minatnya, mencipatakan serta melakukan inovasi pembelajaran yang kreatif berbasis budaya lokal, menciptakan sausana kelas yang kondusif dan aman bagi peserta didik, menanamkan aqidah dan ahlak melalui IMTAQ pada kegiatan agama, pembiasaan dan keteladanan, serta mengasuh dan membina peserta didik dengan penuh kasih sayang, cinta dan kesabaran.
 

 

Jumat, 18 November 2022

JURNAL REFLEKSI MODUL 1.2 CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 7

 

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan, Sabtu 19 November 2022

Modul 1.2

Mardina Hannas Sori Ariyanto, SD Negeri 2 Tamanrejo

Modul 1.2 membuat pikiran dan cara pandangs terbuka lebar tentang beberapa hal penting dan sangat bermanfaat dalam dunia pendidikan. Pada mulanya saya belum begitu memahami tentang beberapa hal penting seperti penjelasan bagaimana kita tergerak, bergerak, menggerakkan. Belum begitu paham tentang konsep Tumbuh Kembang Anak, Tahap Perkembangan Psikososial Manusia, Kebutuhan Dasar Manusia terutama Kebutuhan Genetis, Cara Berpikir Manusia, Teori Pilihan, Aksiomal Pilihan, dan Nilai-Nilai serta Peran Guru Penggerak.

Refleksi Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C)

1.  Connection: Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak?

Sangat berkaitan dan memberikan pencerahan kepada saya untuk  mengajarkan pendidikan yang “menuntun”, hal ini selaras dengan:

-        nilai guru penggerak yang berpihak pada murid

-        peran guru penggerak, menjadi pemimpin pembelajaran

sebagai seorang pendidik, peran kita dalam proses mengajar dan menuntun anak harus menyelaraskan antara kodrat alam dan kodrat zaman murid untuk menuju keselamatan dan kebahagiaan  setinggi -tinginya sebagai manusia dan anggota masyarakat dan juga sebagai perwujudan profil pelajar pancasila. Dengan adanya rasa memiliki yang tumbuh dalam diri kita untuk selalu memberikan pelayanan yang lebih kepada anak didik tentunya akan mampu meningkatkan hasil dalam pembelajaran.

 

2.  Challenge: Adakah ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda jalankan selama ini?

Tentu saja ada perbedaan dari yang saya praktikkan di kelas selama ini diantaranya hanya berpusat pada materi terselesaikan, belum memahami bagaimana perasaan murid, bagaimana cara membuat murid merasa bahagia, belum sepenuhnya berkolaborasi dengan rekan sejawat bagaimana merancang dan melaksanakan merdeka belajar yang membuat pengalaman belajar murid menjadi lebih bermakna karena sesuai dengan keinginan belajar mereka, belum melaksanakan refleksi terhadap pembelajaran sehingga proses pembelajaran hanya sesuai keinginan guru. Praktik baik inilah yang nantinya akan menjadi salah satu tonggak dasar seorang guru atau pendidik dalam menghayati dan memiliki profesi ini.

 

3.  Concept: Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut Anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak?

Konsep utama tetap tergerak, bergerak, dan menggerakan.

Tergerak untuk terus belajar meningkatkan kualitas dan kompetensi diri  agar guru tidak gagap teknologi, agar bisa memberikan pembelajaran yang membuat siswa bahagia dan selamat baik untuk diri sendiri atau masyarakat bahkan untuk bangsanya.

Bergerak untuk menjadi agen perubahan disekolah  sekolah sendiri bahkan bisa berbagi di sekolah lain. Sekaligus mampu untuk menjunjung tinggi rasa memiliki yang ada dalam diri setiap guru.

Menggerakkan yang dapat dilakukan dengan mengajak rekan guru melihat proses kegiatan belajar mengajar di kelas saya kemudian meminta masukan dan saran, begitu juga sebaliknnya, membentuk komunitas praktisi sesuai tugas dan peran yang dijalankan sebagai seorang guru untuk mendukung proses perubahan. Keberhasilan ini akan bisa terwujud sejalan dengan pemikiran kita sebagai calon guru penggerak untuk selalu mengedepankan akan pentingnya Pendidikan bagi suatu bangsa dan negara.

 

4.  Change: Apa perubahan dalam diri Anda yang ingin Anda lakukan setelah mendapatkan materi pada hari ini?

Perubahan dalam diri masih terus saya lakukan dengan cara memotivasi diri untuk berubah, mengubah mindset atau cara pandang yang masih keliru tentang konsep merdeka belajar. Melakukan kolaborasi dengan teman sejawat dalam proses pembelajaran, melakukan refleksi pembelajaran dan memperbaiki kekurangan, Bekerjasama atau berkolaborasi dengan orang tua dalam hal pembinaan karakter dan tingkah laku siswa. Mengikuti pendidikan/pelatihan yang berkaitan dengan fungsi dan tugas sebagai guru secara mandiri tanpa harus menunggu ditugasi oleh atasan ataupun belajar kepada sahabat atau rekan sejawat yang mempunyai ilmu lebih. Perubahan inilah yang nantinya akan tertanam dalam diri seorang calon guru penggerak yang pada akhirnya akan bermuara dengan terbentuknya peningkatan Pendidikan baik secara khusus di sekolah saya maupun untuk bangsa pada umumnya. Tentunya hal ini akan memberikan dampak yang signifikan dalam proses Pendidikan itu sendiri.

JURNAL REFLEKSI MODUL 1.1 GURU PENGGERAK ANGKATAN 7

 

Jurnal Refleksi, Minggu 6 November 2022

Modul 1.1

Alhamdulillah, Puji Syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa atas segala limpahan nikmat dan karunianya kepada kita. Sudah dua minggu semenjak diluncurkannya program pendidikan guru penggerak angkatan 7. Program pendidikan guru penggerak dilaksanakan dengan moda daring dan luring. Moda daring dilaksanakan melalui LMS secara sinkronus ataupun asinkronus yang dipandu oleh fasilitator dan instruktur, sedangkan moda luring dilaksankan di sekolah masing-masing ataupun saat lokakarya dengan dedampingi pengajar praktik. Bahan ajar CGP diawali dari modul 1.1. yaitu Filosofi Pemikiran_Pemikiran Ki Hajar Dewantara.

Semenjak perkenalan saya dengan modul 1.1 Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dan semua filosofi pemikiran beliau, mindset saya perlahan mulai berubah tentang pendidikan dan pengajaran. Saya jadi sadar bahwa pembelajaran yang selama ini saya laksanakan di kelas banyak kekurangan dan belum mencerminkan pemikiran KHD. Materi pembuka tentang Filosofi Pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara (KHD) lah yang sangat berperan besar dalam perubahan pola pikir dan merangsang saya untuk melakukan pembelajaran yang bermakna dan berpihak pada murid. Saya jadi berpikir untuk segera melakukan perubahan dan membenahi sistem pengajaran yang selama ini telah dilaksanakan. Diawali dari kelas 5, sedapat mungkin saya akan merancang dan melaksanakan pembelajaran yang menuntun, memerdekakan, pembelajaran  yang sesuai kodrat alam dan kodrat zaman serta dengan tetap mengedepankan nilai-nilai karakter dan budi pekerti murid. Selama melakukan proses perubahan tersebut saya merasa senang dan antusias karena dapat melaksankan aksi nyata yang akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik terutama di kelas saya dan di sekolah pada umumnya.

Sepanjang proses perubahan ini, niat untuk memerdekakan peserta didik, memfasilitasinya, dan melayaninya sesuai potensi mereka menjadi titik awal perjalanan. Peran guru sebagai katalisator peningkatan potensi murid sesuai kodrat alamnya sekaligus sebagai motivator mereka dalam menemukan potensi diri mereka masing-masing sesuai kodrat zamannya perlu dimulai eksekusinya, paling tidak dalam lingkup kelas. Dengan langkah kecil tersebut semoga memantik semangat saya pribadi, rekan sejawat, lembaga, para murid untuk terus mengeksplorasi potensi diri agar semakin optimal.

Satu pembelajaran dan pengalaman yang dapat saya ceritakan di sini yaitu saat saya meminta murid melakukan sebuah gerakan teknik dasar menendang dalam materi sepak bola. Kemudian saya menyuruh mereka untuk menuliskan Langkah-langkah dalam melakukan gerakan tendangan dalam sepak bola. Hal baik yang saya alami adalah munculnya aura bahagia yang terpancar dari murid. Mereka antusias menulis menulis tentang gerakan menendang dalam materi sepak bola yang mereka suka. Bebas tanpa ada batasan. Namun tentu saja masih ada hambatan dalam penulisan bagi siswa yang kemampuan literasinya kurang. Saya tuntun dengan memberikan stimulus kata-kata kunci.

Peristiwa ini membuat saya menyadari ternyata dengan kemerdekaan berkreasi, kreativitas siswa akan lebih keluar memancar. Dan ternyata mereka memiliki kelebihan yang luar biasa yang selama ini tidak nampak. Sebagai guru, saya mendapatkan pelajaran berharga yaitu ketika kita mengembangkan kreativitas anak, maka akan muncul bakat-bakat luar biasa.Ternyata selama ini saya kurang membuka diri akan kreativitas hasil belajar siswa.

Saya akan melakukan hal yang sama untuk setiap pembelajaran dan saya terapkan di seluruh kelas sekolah saya. Membuka diri dan pikiran terhadap kodrat alam siswa yang berbeda satu dengan yang lainnya, memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga pembelajaran lebih bermakna.

Sabtu, 12 November 2022

CGP ANGKATAN 7

Tulisan Reflektif Kritis Modul 1.1.a.3 ( Mulai dari diri Sendiri )


Buatlah sebuah tulisan reflektif kritis dengan jumlah minimum 300 kata dan maksimum 500 kata dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan panduan yang telah disediakan. Pertanyaan panduan tulisan reflektif kritis Anda terkait konsep pemikiran Pendidikan KHD:

 

1. Pemikiran Ki Hajar dewantara : Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara menempatkan kemerdekaan sebagai syarat dan juga tujuan membentuk kepribadian dan kemerdekaan batin bangsa Indonesia agar peserta didik selalu kokoh berdiri membela perjuangan bangsanya. Karena kemerdekaan menjadi tujuan pelaksanaan pendidikan, maka sistim pengajaran haruslah berfaedah bagi pembangunan jiwa dan raga bangsa. Untuk itu, di mata Ki Hajar Dewantara, bahan-bahan pengajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan hidup rakyat. Dunia terus mengalami perkembangan, pergaulan hidup antar satu bangsa dengan bangsa lainnya tidak dapat terhindarkan. Pengaruh kebudayaan dari luar semakin mungkin untuk masuk berakulturasi dengan kebudayaan nasional. Oleh karena itu, seperti dianjurkan Ki Hajar Dewantara, haruslah kita memilih mana yang baik untuk menambah kemulian hidup dan mana kebudayaan luar yang akan merusak jiwa rakyat Indonesia dengan selalu mengingat: semua kemajuan dilapangan ilmu pengetahuan harus terorientasikan dalam pembangunan martabat bangsa.

2. Peranan pendidikan, yang sejatinya untuk pembangunan bangsa, telah didisorientasikan oleh kekuasaan guna kepentingan kapital semata. Di sini, pendidikan tak lebih dari alat akumulasi keuntungan. Pendidikan nasional saat ini memiliki segudang persoalan, mulai dari wajah pendidikan yang berwatak pasar yang menyebabkan hilangnya daya kritis tenaga didik terhadap persoalan bangsanya hingga pemosisian lembaga pendidikan sebagai sarana menaikan starata sosial dan ajang mencari ijazah belaka. Di sinilah relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara di bidang pendidikan: mencerdaskan kehidupan bangsa hanya mungkin diwujudkan dengan pendidikan yang memerdekakan dan membentuk karakter kemanusian yang cerdas dan beradab. Oleh karena itu, konsepsi pendidikan Ki Hajar Dewantara dapat menjadi salah satu solusi membangun kembali pendidikan

3. Konsep pendidikan yang berpihak pada murid oleh KHD ini, tentu harus menjadi cambuk kepada kita semua sebagai guru, bahwa ketika menngajar di kelas, segala sesuatunya harus diupayakan berpihak pada peserta didik. Bukan berpihak kepada guru, atau sekolah secara umumnya. Namun demikian pemahaman dari KHD belum bisa sepenuhnya saya terapkan dalam proses pembelajaran

JURNAL REFLEKSI PERSIAPAN LOKA 7 dan PANEN KARYA

 Dalam kesempatan kali ini saya menggunakan metode 4F sebagai pembuatan jurnal refleksi dwi mingguan 1.    Peristiwa (Fact) Kami berdiskusi ...