JURNAL DWI MINGGUAN
MODUL 2.2 PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL
MARDINA HANNAS SORI A_SD NEGERI 2 TAMANREJO_4 MARET 2023
Pada jurnal refleksi modul 2.2 kali ini, saya mengunakan MODEL 1 yaitu 4F (FACT, FEELING, FINDINGS, FUTURE). Model ini dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway
FACT / PERISTIWA ( Mencerikan pengalaman mengikuti pembelajaran pada dwi minggu )
Dalam 2 minggu ini saya memeplajari modul 2.2, Adapun aktivitas pembelajarannya adalah:
v 2.2.a.3 Mulai dari diri
v 2.2.a.4 Eksplorasi konsep
v 2.2.a.4.1 Eksplorasi konsep forum diskusi
v 2.2.a.5 Ruang Kolaborasi
v 2.2.a.6 Demonstrasi kontekstual
v 2.2.a.7 Elaborasi Pemahaman
v 2.2.a.8 Koneksi antar materi
v 2.2.a.9 Aksi nyata
Pada pembelajaran Mulai dari Diri, saya merefleksikan pengalaman diri dalam menghadapi sebuah krisis pribadi dan pengaruh krisis tersebut bagi diri saya sebagai pendidik. Merefleksikan pengalaman seorang murid yang memiliki pemahaman diri, ketangguhan, dan kemampuan membangun hubungan yang positif dengan orang lain dan pengaruhnya bagi pembelajarannya.
Dalam pembelajaran Eksplorasi Konsep, saya belajar tentang :
Ø Mengeksplorasi konsep Pembelajaran Sosial dan Emosional berdasarkan kerangka kerja CASEL (Collaborative for Academic Social and Emotional Learning) yang bertujuan untuk mengembangkan 5 KSE yaitu : Kesadaran diri, Manajemen diri, Kesadaran sosial, Ketrampilan Relasi, Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Ø Mengeksplorasi pentingnya pembelajaran Sosial dan Emosional untuk menciptkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman agar seluruh individu di sekolah dapat meningkatkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis (well-being) secara optimal.
Ø Dalam forum diskusi, dibersamai oleh Fasilitator (Bp. Saprudin,S.Pd.,M.Pd) , Pengajar Praktik (Ibu Musoziyah, S.Pd.,M.Pd), kami CGP Angkatan 7 menganalisis konsep 5 KSE yang berbasis kesadaran penuh dalam 5 contoh kasus.
Dalam Ruang Kolaborasi kami mendiskusikan dan Menyusun inisiatif program penguatan kompetensi sosial dan emosional bagi murid dan seluruh Pendidik serta Tenaga Kependidikan di lingkungan sekolah.
Dalam Demonstrasi Kontekstual saya mendemonstrasikan pemahaman tentang implementasi pembelajaran Kompetensi Sosial dan Emosional dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Dalam Eksplorasi Pemahaman Bersama Instruktur kami berdiskusi dan tanya jawab tentang konsep kunci dan implementasi pembelajaran Sosial dan Emosional.
Dalam Pembelajaran Koneksi Antar Materi, saya membuat koneksi materi pembelajaran sosial dan emosional dengan modul-modul sebelumnya yang tentunya sudah dipelajari sebelumnya.
Dalam Aksi Nyata, saya akan membagikan pemahaman tentang implementasi pembelajaran Sosial dan Emosional melalui 4 indikator yaitu :
1) Pengajaran Eksplisit
2) Integrasi dalam praktek mengajar guru serta kurikulum akademik
3) Penciptaan Iklim kelas dan sekolah
4) Penguatan Kompetensi sosial dan emosional pendidik (rekan sejawat) serta tenaga kependidikan di sekolah atau komunitas serta pada akhirnya merefleksikannya.
FEELING / PERASAAN ( Bagaimana perasaan saya saat mengikuti pembelajaran )
Pada awal mempelajari modul 2.2 tentang pembelajaran Sosial dan Emosional ini, saya merasa khawatir dan bingung tidak dapat menerapkannya di lingkungan sekolah. Namun pada akhirnya setelah pembelajaran modul 2.2 ini saya merasa senang dan tambah semangat untuk terus menimba ilmu serta belajar. Karena semakin bertambah wawasan serta kedalaman materi tentang penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman dalam lingkungan ekosistem sekolah. Yang paling saya tunggu adalah sesi diskusi (Ruang kolaborasi) dengan rekan CGP yang lain serta dibersamai oleh Fasilitator (Bp. Saprudin, S.Pd.,M.Pd) dan Pengajar Praktik (Ibu Musoziyah, S.Pd.,M.Pd). Ruang kolaborasi memebrikan pemahaman yang lebih, Karena kita bisa saling sharing serta mendalami isi dari modul 2.2 ini, berbagi pengalaman tentang penanganan beberapa kasus di masing-masing sekolah. Tentunya dengan dibersamai Fasilitator dan Pengajar Praktik yang selalu siap mendampingi dan selalu memberikan motivasi kepada kami untuk terus berinovasi, kreatif, berwawasan global dan terus bergerak melakukan perubahan-perubahan positif dalam rangka mewujudkan merdeka belajar serta Profil Pelajar Pancasila.
FINDINGS / PEMBELAJARAN ( Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini )
Pembelajaran Sosial dan Emosional merupakan hal yang baru bagi saya. Sebelumnya saya lemah dalam mengelola emosi, serta kurang berpikir matang dalam pengambilan keputusan. Melalui teknik S-T-O-P saya dapat mengelola emosi, sehingga keputusan yang saya ambil dapat dipertanggung jawabkan (mindfulness) . Hal lain yang sangat memberikan dampak signifikan tentunya setelah saya mempelajari modul 2.2 ini saya dapat lebih mengerti bahwa Pembelajaran Sosial dan Emosional sangatlah penting untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran Sosial dan Emosioanl harus dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Pembelajaran Sosial dan Emosional akan berlangsung secara efektif apabila seluruh warga sekolah menyadari secara penuh, mengelola dan menerapkan kelima Kompetensi Sosial dan Emosional dalam menjalankan peran dan tugas serta tanggung jawab mereka di sekolah. Oleh sebab itu, sebagai guru selain harus menjadi tauladan, guru juga memberikan peran yang sangat penting dalam menciptakan pengalaman belajar murid yang dapat melatih dan menumbuh kembangkan berbagai kompetensi Sosial dan Emosional melalui pembelajaran sepanjang harinya di sekolah.
FUTURE / PENERAPAN (Apa aksi/Tindakan yang saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini)
· Pertama, melakukan penguatan kompetensi Sosial dan Emosional saya akan berkolaborasi dengan seluruh warga sekolah(rekan sejawat, dan tenaga kependidikan) yaitu memberikan pemahaman yang kompleks tentang pentingnya pembelajaran Sosial dan Emosional melalui sharing bersama, serta merawat dan menjaga eksistensi bentuk implementasi pembelajaran Sosial dan Emosional terhadap murid dalam setiap bulannya
· Kedua, mengimplementasikan pembelajaran Sosial dan Emosional untuk murid dalam bentuk pengajaran ekplisit, Integritas praktik mengajar guru dan kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah.